|
CHOOSE YOUR WORDS CHOOSE YOUR LIFE (bag I) (Bagian dari buku ITC series)
Oleh Bayu Ludvianto Kata-kata dan Kita Sadar ataupun tidak, lebih dari 15 jam sehari kita bergelut dengan kata-kata, baik kata-kata yang kita ucapkan, kata-kata yang berseliweran di sekeliling kita, maupun kata-kata yang kita “ucapkan” di dalam otak kita yang berupa self talk. Teman mengobrol, televisi, majalah, koran, radio, penjual VCD, anak-anak yang berlarian, dan orang-orang yang kebetulan lewat semua menebar kata-kata. Singkatnya kita (melalui mata, telinga, dan mungkin juga kulit anda) selalu dibanjiri dengan kata-kata, dan survival kita ....
tergantung dengan kepandaian kita berenang dalam lautan kata-kata.
Kata-kata indah, kata-kata merdu, kata-kata bersemangat, kata-kata melemahkan, kata-kata menyentuh, kata-kata kekalahan, kata-kata mengancam, kata-kata penuh kemenangan, kata-kata positif dan kata-kata negatif, semuanya bergelimangan di sekeliling kita, suka ataupun tidak suka. Yang menarik seluruh kata-kata itu tidak hanya berseliweran dan berlarian di sekitar kita, tetapi kata-kata juga menyentuh kalbu kita, memprovokasi pikiran kita, membelai perasaan kita dan bahkan bisa memicu kemarahan dan kebrutalan kita. Adalah menarik untuk dicermati bahwa kata-kata yang kita pergunakan (baik untuk berkomunikasi dengan orang lain, ataupun untuk berbicara dengan diri anda sendiri, dan ini yang paling penting), merupakan turunan dan adopsi dari berbagai kata-kata yang berseliweran di sekeliling kita dan anda putuskan , secara sadar ataupun tidak untuk masuk dan bersemayam dalam pikiran anda. Perbendaharaan kata-kata anda dan saya adalah hasil dari upaya absorbsi dan “filtering” yang kita lakukan dan putuskan untuk mengendap dalam pikiran anda. Yang menjadi menarik adalah keputusan anda untuk menerima dan mengendapkan kata-kata ini sering sangat tergantung dari“kemampuan” kita untuk men-seleksi kata-kata tersebut. Tanpa kemampuan ini, semua kata-kata yang terkspos ke kita akan selalu masuk dan terendapkan pada pikiran bawah sadar kita. Dalam kondisi ini, tergantung dari jumlah jenis atau tipe kata-kata yang terpendam di dalam pikiran kita, maka semakin besar jumlah kata-kata dengan tipe tertentu berada dalam “data base” anda, semakin sering kata-kata itu dipergunakan dalam keseharian. Inilah yang menyebabkan kenapa kita bisa segera tahu bahwa seseorang itu dokter, pengacara, penjual komputer ataupun dosen. Kata-kata mereka mencerminkan siapa mereka atau persisnya apa yang berada dalam “data base” pikiran bawah sadar mereka. Kata-kata dan pikiran kita Kata-kata adalah sarana atau alat untuk berpikir, dan menyampaikan buah pikiran kita. Sampai suatu saat kita semua mampu untuk mengkomunikasikan pikiran kita dengan hanya saling memandang, untuk sementara kita akan selalu menggunakan kata-kata untuk mengkomunikasikan pikiran kita dengan orang lain. Di sini, komunikasi hanya bisa berjalan dengan sempurna apabila pilihan kata-kata antara pihak-pihak yang berkomunikasi dapat diterjemahkan oleh masing-masing pihak dengan tepat atau mendekati tepat. Yang sering terjadi adalah mandegnya komunikasi karena terjadinya perbedaaan persepsi yang cukup tinggi. Contoh yang sering terjadi misalnya empat orang sedang berbicara dan pembicaraan menjadi macet pada saat kata “semangka” muncul! Kenapa ini bisa terjadi? Ternyata ……. a. bagi orang pertama kata semangka memicu gambaran segar (dia baru beli semangka kemarin dan pada saat dimakan rasanya segar), b. bagi orang ke dua, semangka berarti kerja keras dan kegagalan (karena dia adalah petani semangka yang sedang gagal panen), c. bagi orang ke tiga semangka berarti barang bulat dan itu cocok dengan hobby dia yakni main bola, sedangkan.. d. bagi orang ke empat semangka berarti “sesuatu yang menjijikkan” (karena kebetulan suatu saat pada masa kecil dia, dia kehausan dan melihat semangka di atas meja dan langsung dimakan ternyata sudah basi dan meninggalkan rasa menjijikkan di mulut), e. bagaimana dengan anda, apabila saya sebut “semangka” apa yang muncul dalam benak anda? Coba tanyakan pada orang di sekeliling anda, dan catat berapa prosentase orang yang mempunyai “gambaran” yang sama dengan anda..? (misal dari 10 orang yang anda tanya, anda akan bahagia kalau 6 dari mereka punya gambaran yansg sama dengan anda) Contoh di atas baru membahas satu kata, bagaimana kalau dalam sebuah obrolan lima menit kita sudah saling menggunakan kira-kira 100 kata, dan masing-masing kata diterjemahkan berbeda-beda di dalam masing-masing otak kita, jelas inilah pangkal dari sebuah kemacetan komunikasi dan frustasi, bagi orang-orang yang terlibat pembicaraan. Variasi persepsi pada kata-kata umumnya berasal dari peristiwa atau kondisi saat anda ter-ekspos pada kata tersebut. Apabila kata yang sama terrekam lebih dari sekali ke dalam pikiran bawah sadar anda, maka biasanya per-rekaman kata dengan kondisi ataupun nuansa yang bermuatan emosi yang paling tinggi adalah yang paling anda ingat, dan nantinya menjadi persepsi anda. Misalnya, kata semangka awalnya berarti segar bagi anda, tetapi pada suatu saat tertentu anda sedang berjalan dan terpeleset kulit semangka yang dibuang sembarangan, dan anda terluka parah di kepala (anda kesakitan dan kesal bukan main). Selanjutnya, apabila kata semangka muncul dalam pembicaraan anda, maka yang akan muncul dalam pikiran anda adalah sebuah kekesalan dan kesakitan. Sehingga …………………….. (bersambung) |