|
PLID dan A LEADER WITH A PROMISING "t " |
|
|
|
|
PLID dan pemimpin yang visioner
PLID (Promoting Leadership for Integrated Develoment) adalah sebuah inisiatif mulia yang penuh dengan tantangan. Tantangan untuk membentuk pemimpin-pemimpin dengan visi pembangunan terpadu yang jelas dan jernih dan tantangan untuk mengawal supaya pemimpin-pemimpin tersebut tetap on the right tracks. Ke dua tantangan itu jelas membutuhkan berbagai kiat dan strategi untuk mencapainya. Pelatihan-pelatihan dengan materi yang menekankan pada upaya memunculkan greget pembangunan yang berkelanjutan (yang dibantu dengan bahan-bahan berupa studi kasus yang sekarang sudah siap dalam bentuk buku maupun e-Book, maupun fasilitator handal yang sudah terlatih) adalah langkah yang sangat penting. Langkah ini memberikan bahan bagi para peserta latih untuk mengambil keputusan dan melangkah selaras dengan konsep-konsep pembangunan berkelanjutan. Ini adalah langkah awal. Bagaimana selanjutnya? |
|
Read more...
|
|
CHOOSE YOUR WORDS CHOOSE YOUR LIFE (bag I) |
|
|
|
|
CHOOSE YOUR WORDS CHOOSE YOUR LIFE (bag I) (Bagian dari buku ITC series)
Oleh Bayu Ludvianto Kata-kata dan Kita Sadar ataupun tidak, lebih dari 15 jam sehari kita bergelut dengan kata-kata, baik kata-kata yang kita ucapkan, kata-kata yang berseliweran di sekeliling kita, maupun kata-kata yang kita “ucapkan” di dalam otak kita yang berupa self talk. Teman mengobrol, televisi, majalah, koran, radio, penjual VCD, anak-anak yang berlarian, dan orang-orang yang kebetulan lewat semua menebar kata-kata. Singkatnya kita (melalui mata, telinga, dan mungkin juga kulit anda) selalu dibanjiri dengan kata-kata, dan survival kita ....
tergantung dengan kepandaian kita berenang dalam lautan kata-kata. |
|
Read more...
|
|
CHOOSE YOUR WORDS CHOOSE YOUR LIFE (bag II) |
|
|
|
|
oleh: Bayu Ludvianto ......Sehingga apabila pada saat itu seorang salesman sedang giat menawarkan sebuah produk, dan kebetulan produk tersebut dihiasi dengan gambar semangka, maka kemungkinan besar anda akan menolak untuk membelinya, dan itu hanya karena gambar semangkanya. Kata-kata selalu mempunyai nuansa dan persepsi di dalam pikiran kita. Kata “hujan”, misalnya, bagi sebagian dari kita mungkin bermakna kesulitan, becek, bisnis seret, banjir, rumah bocor, terlambat ke airport dan lain sebaginya. Tetapi bagi putra anda yang berumur 5 tahun, “hujan” bisa bermakna asyik, seru, main air, petualangan, fun, kapal-kapalan, bahagia dan lain sebagainya. Sebaliknya kata (maaf) “gila”, bagi kita mungkin bermakna kagum, seru, tidak percaya, jengkel, kelewat batas, bisa dimaknai seorang anak sebagai: menakutkan, tidak sopan, tidak konsisten (kata Bapak kami tidak boleh berkata “gila”, ini Bapak malahan menyebutnya berkali-kali, sambil tersenyum lagi?!). |
|
Read more...
|
|
APA ITU? Wah payah amat!, begitu mungkin komentar anda-anda yang sudah lama bergelut dengan isu perubahan iklim. Kok bisa-bisanya.. ...hari gini nggak ngerti tentang perubahan iklim? Padahal, sudah begitu banyak penelitian dan kampanye tentang perubahan iklim (termasuk itu tuh filmnya AL Gore yang berjudul The Inconvenient Truth), koq ya masih ada ya, yang nggak ngeh tentang perubahan iklim ?
Benar lho ada! Dan bahkan persentasenya mungkin bisa mencapai lebih dari 75% penduduk dunia yang sudah lebih dari 6 milliar ini. Jujur saja angka 75% ini hanya estimasi kasar saya, kondisi sebenarnya jelas perlu dicari lebih dalam. |
|
Read more...
|
|
“STUDI KASUS dan 148.000” Seratus empat puluh delapan ribu (148.000) mungkin nampak bagi anda sebagai angka yang biasa-biasa saja. Angka in bisa jadi adalah harga sebuah flash disk dengan daya simpan 2 gigabyte, atau bisa juga harga sepasang sepatu dengan kualitas menengah. Angka ini juga bisa merupakan harga yang harus anda bayar untuk sebuah buku , atau seperangkat sound system mini Simbadda yang paling cocok untuk MP3 Player anda. Tetapi, sebenarnya (dan ini sangat rahasia) angka ini adalah angka yang cukup “keramat” dan mempunyai hubungan yang sangat signifikan dengan website yang beralamat di www.forplid.net yang sedang anda kunjungi ini. Kenapa?
|
|
Read more...
|
|
A FACILITATOR with A BEAUTIFUL MIND (bag I) |
|
|
|
|
Bayu Ludvianto
All physical existence is a concrete corresponding manifestation of the thought which gave it birth - Thomas Troward
Diskusi telah berjalan 30 menit, awalnya semua berjalan dengan baik dan fasilitator mulai menikmati perannya, tetapi pada menit ke 32, sejumlah peserta mulai kehilangan arah, saling menyalahkan, saling ngotot, dan bahkan satu orang di bagian tengah sudah mulai merah mukanya karena berteriak-teriak dan tidak satupun orang yang memperhatikannya. Sangat jelas terlihat bahwa diskusi telah bergeser menjadi sebuah ajang pamer kekuatan, pamer pengetahuan, dan pamer keberanian, dan lebih ruwet lagi, sebentar lagi menjadi ajang adu otot. Tampak fasilitator berusaha mati-matian untuk memegang kembali kendalinya, tetapi kenyataannya diskusi yang seharusnya menyenangkan malahan menjadi ajang saling menggugat, sehingga kata-kata yang tidak sopanpun mulai berhamburan di sana-sini. Apa sebenarnya yang terjadi? Jelas bukan diskusi seperti ini yang kita semua harapkan? Betul? |
|
Read more...
|
|
A FACILITATOR with A BEAUTIFUL MIND (bag II) |
|
|
|
A FACILITATOR with A BEAUTIFUL MIND (bag II)
……. diskusi sebenarnya dilakukan.
The future belongs to those who believe In the beauty of their dream -Eleanor Roosevelt
Then…..dream Untuk membantu merancang sebuah “Outcome” fasilitator bisa memulainya dengan menanyakan kepada dirinya sendiri pertanyaan seperti berikut: “Apa yang saya inginkan terjadi di dalam acara diskusi yang akan saya fasilitasi?” Fasilitator kemudian harus menuliskan sebanyak mungkin kejadian dan hasil diskusi yang diinginkan. Apabila fasilitator kesulitan untuk menjawab pertanyaan di atas, maka bisa dilakukan dengan membalik pertanyaan, menjadi: “Apa yang saya tidak inginkan terjadi di dalam diskusi yang akan saya fasilitasi? |
|
Read more...
|
|
DIALOG KPT: APA YANG HARUS DIBENAHI DAHULU……?* |
|
|
|
|
DIALOG KPT: APA YANG HARUS DIBENAHI DAHULU……?* (*terms and conditions applied)
Oleh: Bayu Ludvianto “Program Dialog KPT ini bagus dan perlu dilakukan, tapi………… - Apa para Bupati itu mau hadir? (terbatas waktu dan minat), - Apa para Bupati itu punya peluang untuk menerapkannya di lapangan? (Bupati bukan satu-satunya pengambil keputusan di Kabupaten), Ke dua pertanyaan di atas selalu menggelayuti setiap langkah untuk membawa KPT menjadi sebuah program yang “up and running”. Serangkaian pertemuan yang telah dilakukan dengan para Bupati, Walikota dan pejabat-pejabat lain di Kabupaten dan Kotamadya, yang merupakan calon potensial paserta Dialog KPT, sedikit banyak menguak jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas. Terlepas dari berbagai jawaban yang berkaitan dengan teknis pelaksanaan KPT (misalnya, topik dialog sebaiknya sesuatu yang diminati oleh peserta, ataupun program KPT harus dilengkapi dengan sistim “marketing” yang progresif, sehingga peminat tertarik untuk hadir), nampaknyahal mendasar yang perlu dipertimbangkan adalah “cara memposisikan program KPT, sebagai sebuah program yang bukan hanya sebagai program penguatan Bupati/Walikota (yang mempunyai masa tugas maksmimal hanya 2 x periode), tetapi lebih sebagai sebuah program penguatan personal for life” bagi personal Bupati. Hal ini perlu, karena Bupati/Walikota adalah juga manusia, yang mempunyai visi dan misi pribadi, dan visi dan misi pribadi ini jelas sangat mempengaruhi keputusan untuk menghadiri dan mengikuti program dan mentransformasikan pemahaman yang didapat dalam Dialog KPT, pada pengambilan keputusannya sebagai pejabat tertinggi di Daerah Tingkat II. |
|
Read more...
|
|
|