|
Ditulis oleh Darwina Widjajanti Tahap Introductory dari Program Kepemimpinan Pembangunan Terpadu (atau dikenal sebagai Promoting Leadership for Integrated Development program (PLID) telah diadakan di Kabupaten Kebumen (4-6 August, 2008), dan Wonosobo (5-7 August, 2008). Sesi peluncuran KPT atau PLID ini dibuka oleh Bupati Kebumen, ibu Rustriningsih dan bapak Kholiq Arif, bupati Wonosobo. Ibu Darwina Widjajanti, Direktur eksekutif Yayasan Pembangunan Berkelanjutan (YPB) juga hadir. Kedua kabupaten tersebut telah menjadi mitra pertama YPB untuk program KPT ini, dengan dukungan dari LEAD International melalui program Special Opportunity Funds.
Peserta KPT ini adalah eselon dua dari pegawai kabupaten, atau Kepala Dinas. Kedua kabupaten masing-masing mengirimkan 30 peserta. Rangkaian sesi pelatihannya diketuai oleh Bayu Ludvianto, LEAD Fellow, sebagai koordinator proyek. Sesi pertama melingkupi komponen Kepemimpinan Publik dan Pembangunan Berkelanjutan. Ahmad Baehaqi dari Institute Pertanian Bogor (IPB) dan Bayu memfasilitasi sesi Kepemimpinan Publik untuk menciptakan komitmen dan dedikasi peserta sebagai pelayan publik, sebagai fungsi mulia demi kesejahteraan rakyat banyak. Asep Suntana (LEAD Fellow, cohort 7) dari Lembaga Ekolabel Indonesia menjalankan sesi Pemahaman Tentang Pembangunan Berkelanjutan, sedangkan Ani Mardiastuti (juga LEAD Fellow dari cohort 7) telah berbagi pengetahuannya dalam hal Tapak Ekologis (Ecological Footprints). Chandra Wirman dan Emil Sumirat (LEAD Fellows, cohort 10) yang sama-sama dari perusahaan konsultan swasta telah memfasilitasi sesi System Thinking sebagai alat untuk menemukan masalah dan solusi yang potensial. Paulus Wirutomo dari Universitas Indonesia sebagai nara sumber dalam hal makna keadilan sosial dan kebijakan sosial, sedangkan Kemal Taruc dari Universitas Tarumanagara dalam hal Ethical Decision Making sebagai komponen penting bagi pengambil keputusan kebijakan publik. Pada hari terakhir dari tahap Introductory ini para peserta telah berkomitmen untuk berkerja berdasarkan studi kasus untuk tahap selanjutnya nanti, tahap Insight. Pada tahap ini, peserta akan belajar dari koleksi YPB dalam studi kasus kebijakan dan kepemimpinan namun dengan menggunakan paradigma pembangunan berkelanjutan, dan menganalisanya dengan merujuk kepada studi kasus setempat. Pada tahap akhir nanti, setiap kabupaten diharapkan dapat menghasilkan sebuah “Peta Jalan Menuju Strategi Pembangunan Berkelanjutan.” Program KPT akan diselesaikan pada akhir Desember 2008 dengan sebuah lokakarya yang akan dihadiri lembaga dana yang berpotensi untuk kasus kabupaten Kebumen dan Wonosobo. |