Keterampilan Menganalisa Secara Kritis

Sikap kritis merupakan keterampilan yang perlu bagi semua mahasiswa. Esei dan pertanyaan-pertanyaan ujian seringkali menghendaki Anda untuk membuat 'evaluasi kritis' atas berbagai teori, gagasan dan makalah penelitian. Tujuan artikel ini menjelaskan jenis-jenis kegiatan agar orang bersikap kritis.

1. Apa yang perlu Anda ketahui lebih dulu.

Yakin akan kemampuan kritis Anda.

Setiap orang dapat bersikap kritis! Menjadi kritis adalah kemampuan untuk mengajukan pertanyaan -- 'mengapa'. Anak-anak selalu menanyakan hal ini; demikian pula setiap orang. Tanpa kita mampu mengkritik sejumlah gagasan yang ada beserta cara-cara untuk melakukannya, perubahan tidak akan pernah terwujud! Maka, hal pertama yang perlu Anda ketahui, yaitu bahwa Anda hendaknya yakin mampu melakukannya; memang, Anda telah melakukan “nya” dan bagus jika Anda bersikap kritis.

Keterampilan Kritis Kerja

Seperti keterampilan-keterampilan lain, keterampilan menganalisis secara kritis berkembang dan terpelihara lewat proses kegiatan yang berkelanjutan. Keterampilan kritis akademis pertama-tama menghendaki agar Anda terlibat secara aktif dalam perkumpulan, organisasi dan asimilasi informasi selanjutnya. Setelah itu, hal ini dapat menjadi awal bagi analisis yang kritis. Melakukan analisis berarti membagi informasi menjadi beberapa bagian dan melihat bagaimana bagian-bagian itu menyatu.

Pastikan bahwa Anda memiliki ruang untuk berpikir.

Perlu ruang (space) untuk berpikir. 'Ruang' dapat berarti tempat serta waktu; sehingga, Anda tidak terganggu oleh pihak lain pada saat Anda menjelaskan, mengembangkan dan menyatakan gagasan Anda.

2. Berpikir kritis barangkali dapat dan mungkin akan sedikit menyinggung!

Ke empat, Anda perlu tahu bahwa analisis kritis seringkali menghasilkan sejumlah gagasan baru yang tidak Anda miliki pada awal pekerjaan proyek Anda. Menguasai gagasan baru dapat dilaksanakan secara positif, (yaitu, 'Eureka' feeling!) atau secara lebih umum, ada perasaan frustrasi yang tidak nyaman. Jika atau ketika Anda merasakannya, Anda perlu tahu bahwa BUKAN berarti bahwa Anda 'tidak normal' atau 'tidak cukup cerdas'. Ini berarti bahwa Anda mempelajari, menyusun kembali gagasan-gagasan Anda yang ada di pikiran Anda – memperluasnya. (Ingat proses 'asimilasi' dan 'akomodasi' dari Piaget – sehingga tidak pernah mengatakan bahwa hal tersebut dapat menyinggung!). Seringkali Anda mengalami perasaan seperti 'menyerah' dan saat inilah akan muncul 'keberanian / courage'.