|
KERANGKA KERJASAMA (KOLABORASI) |
|
Bagi orang yang kurang atau tidak berpengalaman, teori dan praktik tentang konsep kerja-sama tetap saja tidak jelas. Kompleksitas maupun kesulitan yang muncul dari sebagian besar upaya untuk menggalang kerja-sama mengaburkan premis maupun prinsip-prinsip kerjanya. Para fasilitator berbakat secara luwes dan cerdik menggunakan keterampilan dan pengetahuan mereka dengan menyembunyikan pengalaman pelatihan yang telah bertahun-tahun lamanya mereka geluti. Praktik kerja-sama yang kelihatannya hanya diketahui beberapa orang tertentu tidak menunjukkan bukti bahwa upaya untuk bekerja-sama sebenarnya dapat dipelajari. Tanpa menghiraukan ketidak-jelasannya, sejumlah pelajaran yang dipetik dari pengalaman para praktisi menjadikan praktik kerja-sama dapat difahami. Beragam temuan penelitian (lihat Lampiran A) menghasilkan suatu kerangka berfikir dan menyusun sejumlah langkah kerja-sama. State of the art yang tengah berkembang memberikan informasi mengenai praktik kerja-sama dari konsepsi ke implementasi.
Menggalang Kerja-sama Upaya untuk menggalang kerja-sama tidaklah semudah yang dibayangkan. Para calon peserta harus mencurahkan waktu dan tenaganya untuk suatu langkah untuk bersedia bekerja-sama (kolaboratif). Bagi kebanyakan orang, kemungkinan praktis hasil yang lebih baik yang dapat dicapai oleh pihak lain menjadi alasan yang sangat mendorong. Bagi pihak lain, sejumlah aspirasi yang berorientasi pada publik tentang pimpinan yang baik memicu upaya untuk berjuang. Pimpinan yang kolaboratf menggunakan berbagai motivasi yang berbeda ini untuk mengatasi hambatan untuk bekerja-sama.
|