|
Esperanza 2008 - Indonesia |
|
|
|
|
Sepanjang bulan Oktoer dan November 2008, Kapal Greenpeace Esperanza akan melakukan pelayaran di Indonesia untuk menunjukan kepada semua orang di dunia bahwa melindungi hutan yang tersisa adalah suatu keharusan jika kita serius untuk menghadapi perubahan iklim. Hutan sangat penting untuk bumi.
Hutan adalah ekosistem terkaya - menutupi delapan presen dari seluruh permukaan bumi dan merupan dumah untuk dua pertiga spesies tumbuhan dan hewan. Jutaan orang bergantung kehidupannya pada hutan untuk memenuhi kebutuhan makan, air, obat-obatan dan bahan-bahan dasar lainnya.
Hutan juga penting sebagai pengatur iklim global dan pola-pola cuaca, yang merupakan sistem-sistem penting dari lingkungan hidup yang mendukung kehidupan di bumi. Menghancurkan hutan akan melepas emisi gas rumah kaca (GRK) yang memnyumbang pada perubahaan iklim - salah satu dari penyebab emisi adalah penghancuran hutan.
Indonesia memilki sebagian besar wilayah hutan alam yang tersisa di bumi ini, seperti di Pulau Papua, Sumatera dan Kalimantan. Tetapi saat ini hutan mengalami ancaman besar, para pembalak berpindahke areal baru dan tuntutan dari perluasan besar-besaran industri kelapa sawit.
Saat ini Indonesia sebagai peghasil kelapa sawit terbasar di dunia dan merencanakan perluasan perkebunan untuk memenuhi kebutuhan minyak kelapa sawit untuk kebutuhan makanan, kosmetik, sabun cuci dan minyak nabati. Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga negara penghasil emisi gas rumah kaca dan dengan tingkat deforestasi yang tercepat. Jadi, Dengan melindungi hutan adalah sesuatu yang sangat penting untuk melawan perubahaan iklim yang saat ini sedang terjadi.
Kapal Esperanza akan berlayar di wilayah nusantara untuk menunjukan keindahaan yang maha dasyat dari hutan indonesia dan lahan gambut, dan akan terus mengingatkan bahwa penghancuran hutan di Indonesia masih terus berlangsung. Kami akan mengumpulkan bukti-bukti kegiatan perusahaan-perusahaan yang melakukan perluasaan dengan penghancuran hutan. Fokus dari pelayaran ini pada penghancuran hutan yang di akibatkan perkebunan kelapa sawit, tapi tentu masih banyak faktor lain termasuk perusahaan penebangan dan penambangan. Dan kami pun memberika solusi pada masalah tersebut dalam waktu panjang serta pendek sehingga hutan dapat terlindungi.
Saat ini ¾ hutan indonesia telang hilang atau beralih fungsi, dan jika kita tidak bertindak secepatnya maka hutan yang tersisa saat ini akan hilang di yang di sebabkan oleh gergaji mesin dan kepulan asap. Tapi tidak terlambat untuk menyelamatkan ini jika kita bertindak sekarang!
sumber: http://forestforclimate.wordpress.com |