|
Peneliti Deptan menyatakan padi Supertoy HL-2 bukan varietas unggul sehingga menilai Supertoy merupakan proyek penipuan. Namun Mentan Anton Apriyantono tidak tahu menahu apakah kasus tersebut merupakan penipuan.“Wah saya belum tahu ya itu penipuan, tanya perusahaannya. Ya tagihlah sesuai janjinya,” ujar Mentan
Menurut menteri dari PKS ini, para petani harus bijak mencoba varietas padi unggul agar tidak tertipu. Mentan menuturkan, benih Supertoy masih dalam tahap penelitian Deptan. Karenanya Deptan melarang petani untuk menggunakan benih Supertoy kecuali untuk keperluan percobaan. “Kita sudah minta agar varietas seperti ini jangan diedarkan dulu kepada masyarakat, kecuali untuk percobaan. Secara umum saya katakan seperti itu. Itu tercantum di UU tahun 1992, ada PP nya juga tapi saya tidak hafal tahunnya,” beber pria asal Serang ini. Petani Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah protes dengan membakar padi Supertoy karena padi tersebut puso alias kopong, Rabu. Padahal sebelumnya padi ini sempat dipromosikan SBY pada panen perdana 17 April 2008 lalu. Supertoy diproduksi oleh PT Sarana Harapan Indopangan (SHI) yang dipimpin Heru Lelono, staf ahli SBY yang menjabat sebagai Komisaris Utama perusahaan tersebut. Sebelum kasus Supertoy, SHI yang dipimpin Heru juga membuat geger dengan blue energy yang belakangan diketahui sebagai penipuan. HKTI: Gagal Supertoy Kesalahan Pemerintah
Pemerintah harus meminta maaf kepada rakyat karena telah memperkenalkan produk gagal padi Supertoy. Karena jika tidak melakukan maka tidak ada salahnya jika rakyat melakukan tuntutan hukum kepada pemerintah. Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Fadli Zon saat di hubungi detikcom via telepon, Kamis (4/9). Menurut Fadli, saat ini HKTI sedang mempelajari kasus padi Supertoy yang merugikan ratusan petani di Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Bila Padi Supertoy memang terbukti merugikan masyarakat petani, sudah seharusnya pemerintah menanggung kerugian tersebut. Fadli menambahkan HKTI sebagai kesatuan dari petani di Indonesia tidak pernah diajak berdialog mengenai produk padi unggulan tersebut. HKTI akan memberikan dukungan baik moril maupun imateriil kepada petani yang dirugikan di Purworejo. “Sebagai langkah awal kita akan melakukan pengecekan ke desa Grabag dan memberikan dukungan penuh kepada petani apabila ingin melakukan tuntutan hukum kepada pemerintah, ” kata Fadli. HKTI Samakan Supertoy dengan Blue Energy Padi Supertoy yang diprotes petani disamakan dengan kasus blue energy. Pemerintah dalam kedua kasus itu dinilai melakukan kesalahan yang sama. Kesalahan itu adalah mempercayai program instan yang ditawarkan swasta. Menurut Fadli, seharusnya pemerintah jangan terlalu cepat percaya kepada program instan untuk menanggulangi krisis energi dan pangan yang ditawarkan oleh pihak swasta. Sebab bila penanggulangan krisis energi dan pangan melalui program instan biasanya menuai hasil yang kurang memuaskan. “Kalau pemerintah mempunyai program unggulan biasanya sudah teruji dan tidak merugikan rakyatnya. Jika program tersebut adalah program instan maka dampaknya hanya untuk penaikan citra dan merugikan rakyat,” kata pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu. Fadli menilai Supertoy yang panen pertamanya dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu itu merupakan produk instan dan gagal. Fadli menegaskan pemerintah telah beberapa kali melakukan kesalahan yang sama dengan mempercayai program instan antara lain blue energy dari sektor energi dan kasus pupuk Saputra. Bahkan pada waktu itu Presiden SBY mengatakan pupuk Saputra adalah pupuk yang terbaik dan berhak mendapatkan hadiah Nobel. “Kerugian petani di desa Grabag, kecamatan Grabag kabupaten Purworejo sepenuhnya kesalahan pemerintah. Seharusnya pemerintah mengubah kinerja buruknya,” kata Fadli. Supertoy Diduga proyek Bodong, Istana Diminta Bersih-bersih Dugaan adanya para pemain di lingkungan istana mengenai proyek-proyek program pemerintah, harus segera dibersihkan. Kasus padi supertoy diduga terkait proyek yang dimanfaatkan orang-orang tertentu. Karena itu, langkah cepat Presiden SBY sangat dibutuhkan untuk membersihkan istana agar tidak mengganggu citra dan wibawa orang nomor satu Indonesia itu. “Istana harus melakukan bersih-bersih terhadap orang-orang yang berkepentingan memanfaatkan proyek-proyek karena kalau tidak akan mengangu wibawa dan citra presiden sendiri,” kata Anggota Komisi IV DPR Ganjar Pranowo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (4/9). Terkait kasus Supertoy, Ganjar meminta para petani melaporkan secara transparan atas kasus yang dialami mereka. Sehingga masalah dugaan penipuan ini segera dapat diselesaikan. “Kalau memang ada unsur penipuannya, laporin aja ke aparat kepolisian biar diproses. Kan selesai,” usul sekretaris FPDIP ini. Ganjar meminta kepada pemerintah untuk mengkaji setiap program yang akan diluncurkan. Karena jika belum mendapatkan legalitas atas keberhasilan proyek, benih sebaiknya tidak diluncurkan ke petani. Petani Kapok Tanam Padi Supertoy HL2 Petani di Desa Grabag, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mengaku kapok menanam padi Supertoy HL2. Sebab kualitas padi ini ternyata lebih buruk dibandingkan jenis IR yang biasa mereka tanam. “Kalau boleh memilih, kami lebih suka menanam padi jenis IR karena hasilnya lebih baik,” kata Satinem, salah seorang petani yang ditemui detikcom Kamis (4/9).
Menurut Sutinem, para petani yang menanam padi Supertoy HL2 terpaksa melakukan panen awal. Jika tidak, tanaman mereka hanya akan habis dimangsa hama wereng. “Itu pun bulir padinya banyak yang kecil dan kosong. Jadi kami benar-benar rugi pada panen kedua ini,” ungkap Sutinem. Diakui Sutinem, pada panen pertama, padi Supertoy memberikan hasil yang memuaskan. Namun pada panen kedua ini hasilnya merosot drastis. “Waktu panen pertama hasilnya sekitar Rp 2,3 juta per hektar. Tapi sekarang jauh sekali di bawahnya,” papar Sutinem.
sumber:Detikcom |