Menyiasati Subsidi BBM PDF Print E-mail

Oleh Otto Soemarwoto Guru Besar Emeritus Ekologi

HARGA bensin di Indonesia sangatlah murah. Hanya sekitar seperempat harga rata-rata bensin sedunia dan menempati peringkat ke-5 termurah di antara 50 negara dalam daftar natiomaster.com. Namun, kenaikan harga BBM merupakan buah simalakama. Masih ada alternatif untuk mengurangi subsidi BBM yang luput dari perhatian pemerintah dan pakar ekonomi, yaitu dengan meningkatkan efisiensi penggunaan BBM.

Meningkatkan efisiensi berarti memperbesar proporsi BBM untuk proses produksi dan mengurangi proporsi BBM yang terbuang. Akibatnya jumlah BBM yang dibutuhkan per unit produk akan turun sehingga jumlah subsidi pemerintah per unit produk juga turun. Ini berarti, biaya produksi per unit produk akan turun sehingga potensi profit per unit produk naik. Dari segi lingkungan hidup karena proporsi BBM yang terbuang turun, beban pencemaran per unit produk berkurang pula. Maka, pemerintah untung, pengusaha untung, lingkungan hidup pun untung. Pendekatan ini disebut eko-efisiensi, yaitu efisiensi ekonomi maupun efisiensi ekologi.

POTENSI untuk melakukan eko-efisiensi cukup besar. Pada tingkat makro efisiensi Indonesia masih rendah. Menurut ADB (Key Indicators 2003) per kg BBM kita menghasilkan 4,2 dollar AS (ppp) produk domestik bruto (PDB), sementara Thailand 5,1 dollar AS (ppp) dan Filipina 6,8 dollar AS (ppp). Yang amat tinggi ialah Hongkong dan Banglades yang per kg BBM menghasilkan berturut- turut 10,9 dollar AS (ppp) dan 10,8 dollar AS (ppp) PDB. Jadi, hasil PDB per kg BBM Filipina dan Thailand berturut-turut 1,25 dan 1,5 kali Indonesia serta Hongkong dan Banglades sekitar 2,5 kali kita.

Pertumbuhan PDB kita tahun 2004 adalah 5,13 persen. Berarti PDB tahun 2004 adalah 1,05 kali PDB 2003. Jika efisiensi kita dapat dinaikkan setingkat Filipina, kenaikan efisiensi ini sudah lebih dari mencukupi kenaikan kebutuhan BBM karena kenaikan laju PDB.

Usaha menerapkan eko-efisiensi dapat dimulai dari rumah tangga sampai industri dan transpor. Beberapa contoh menyusul. Kita mempunyai kebiasaan tidur dengan lampu menyala. Kita biasakan tidur dalam gelap dengan hanya menyalakan lampu kecil sekadar agar kita tidak menabrak-nabrak saat terbangun malam hari. Seandainya setiap keluarga rata-rata menghemat 10 watt, selama tujuh jam orang tidur dapat dihemat 70 watt jam/keluarga. Jika ada 20 juta keluarga yang menggunakan listrik, akan dihemat 1,4 juta kilowattjam/hari atau 511 juta kilowattjam/tahun.

Kita juga mempunyai kebiasaan tidak mematikan TV, tetapi menyetelnya pada posisi standby untuk memudahkan kita saat akan menyalakannya lagi. Seandainya tenaga listrik yang diperlukan untuk posisi standby adalah 10 watt dan TV tiap hari rata-rata dimatikan 12 jam, kita akan menghemat 100 wattjam per hari. Jika di Indonesia ada 10 juta pesawat TV, kita akan menghemat 1,2 juta kilowattjam/hari atau 438 juta kilowattjam/tahun.

Dari dua contoh ini listrik yang bisa dihemat hampir satu miliar kilowattjam/tahun. Jika sebagian dari dana kompensasi digunakan untuk subsidi penggantian lampu pijar dengan lampu hemat energi, penghematan listrik dapat ditingkatkan lagi. Misalnya, sebuah lampu hemat energi 11 watt, terangnya kira-kira sama dengan lampu pijar 60 watt. Penghematan listrik berarti menghemat BBM untuk pembangkitan listrik. Rumah tangga juga akan beruntung karena tagihan listrik bulanannya turun.

POTENSI penghematan dalam industri juga besar. Dalam industri perhotelan makin banyak digunakan kunci kamar yang berfungsi sebagai masterswitch lampu di kamar. Jika tamu meninggalkan kamar, ia akan mencabut kunci itu dari sebuah kotak di dekat pintu. Dengan ini ia mematikan lampu dalam kamar sehingga tak ada lampu yang menyala di kamar yang kosong. Banyak pula hotel yang mengumumkan, hotel itu sadar lingkungan hidup dan mengimbau para tamu untuk membantunya.

Pengelola mengumumkan agar handuk yang akan digunakan lagi digantung pada gantungan. Jika tamu ingin handuknya diganti, taruh saja di lantai. Imbauan serupa juga dilakukan untuk sprei dan sarung bantal. Dengan membuat investasi kecil untuk membuat sebuah kotak kunci di dekat pintu dan imbauan penggunaan kembali handuk, sprei, dan sarung bantal pemilik hotel dapat menghemat listrik dan menurunkan jumlah tagihan. Penggunaan kembali handuk, sprei, dan sarung bantal juga mengurangi penggunaan air dan beban pencemaran air.

Di banyak hotel suhu ruangan sering diatur amat dingin, misalnya 22º C. Bagi kita suhu ini terlalu dingin. Tidak nyaman. Dengan mengatur suhu pada 24º C kita merasa lebih nyaman dan listrik dihemat kira-kira 35 persen. Di China pada musim panas pemerintah tidak membolehkan AC di kantor pemerintah diatur lebih rendah dari 26º C. Pada suhu ini penghematan listrik lebih tinggi lagi.

Bank Dunia telah melakukan sigi sekitar 70 jenis industri di Indonesia. Temuannya ialah dengan memperbaiki pengelolaan industri, tanpa investasi tambahan pun BBM dapat dihemat 8 persen. Dengan investasi ringan, penghematan dapat ditambah 15 persen lagi sehingga total BBM dapat dihemat dengan 23 persen.

Transpor kita mempunyai potensi besar untuk menghemat BBM. Transpor umum kita amat buruk. Tidak aman, tidak nyaman, dan tidak tepat waktu. Akibatnya kebanyakan orang menggunakan mobil pribadi yang hanya berpenumpang seorang. Terjadilah kemacetan lalu lintas yang parah, pemborosan BBM dan pencemaran udara yang tinggi.

Di Canterbury, Inggris, ada bus park-and-ride. Di pinggiran kota disediakan tempat parkir luas dengan biaya parkir amat murah. Pemarkir mobil dapat koin yang berlaku sehari penuh bagi enam orang untuk naik bus park-and-ride ke mana pun di kota tanpa bayar. Banyak sekali warga di luar kota yang memanfaatkan bus ini. Kemacetan berkurang, BBM dapat dihemat dan pencemaran udara berkurang pula. Dapatkah sistem ini diterapkan untuk transportasi ke Jakarta pp bagi penduduk Bekasi, Tangerang, dan Bogor?

Di banyak negara, terutama Belanda, fasilitas sepeda amat bagus. Jalur sepeda dirancang agar pengendara dapat dengan langsung dan cepat sampai ke tujuan dengan aman dan nyaman. Di kota kecil Almere dan sekitarnya ada lebih dari 200 km jalur sepeda. Banyak orang memanfaatkan fasilitas ini, juga dalam musim dingin yang sangat tidak nyaman untuk bersepeda. Berjalan kaki untuk jarak pendek pun dirancang dengan pembuatan jalur aman dan nyaman serta penyeberangan yang aman pula.

Penghematan BBM berarti pula penurunan emisi CO>jmp 2008m<>kern 199m<>h 6024m,0<>w 6024m<2>jmp 0m<>kern 200m<>h 8333m,0<>w 8333m< SDM produktivitas dan turun sakit perawatan Biaya meningkat. masyarakat kesehatan pencemaran, tingkat menurunnya Dengan valas. menghasilkan akan yang Kyoto Protokol CDM) mechanism development (clean bersih pembangunan mekanisme melalui dijual dapat ini emisi Penurunan PDB. AS>

CONTOH itu menunjukkan adanya potensi besar untuk penghematan BBM. Seyogianya Departemen ESDM dan Bappenas meneliti dengan cermat penerapan eko-efisiensi, menghitung secara kuantitatif potensi penghematan BBM dan keuntungan ekonomi. Perlu pula diidentifikasi kendalanya, termasuk kendala sosial-budaya. Misalnya, kita menganggap mobil bukan sekadar alat transpor, tetapi simbol status sosial.

Dengan teladan para pejabat tinggi, termasuk presiden, kendala ini dapat diatasi. Dengan penerapan eko-efisiensi dengan baik tekanan ekonomi untuk menaikkan harga BBM berkurang. Namun, dari pertimbangan keadilan dan untuk mengurangi dorongan penyelundupan BBM, seyogianya harga BBM dinaikkan juga. Mungkin tidak perlu setinggi itu. Juga dari segi edukatif agar rakyat tidak menggantungkan diri pada subsidi pemerintah. Pemerintah bersama semua lembaga pendidikan, LSM, dan media melakukan kampanye eko-efisiensi yang menguntungkan pemerintah, masyarakat, usahawan dan lingkungan hidup.

Sumber: kompas