Pengusaha Bicara Tanggung Jawab Sosial PDF Print E-mail
Sejumlah pengusaha nasional dan pebisnis asing serta tokoh organisasi nonpemerintah di Indonesia akan memaparkan visi mereka tentang tanggung jawab sosial perusahaan dalam suatu konferensi yang digelar Indonesia Business Links. Di antara mereka yang akan tampil adalah Jakob Oetama, CEO Kelompok Kompas Gramedia, dan Noke Kiroyan, Ketua Dewan Pendiri IBL yang juga CEO PT Newmont Pasific Nusantara. Pembicara lainnya Chairman International Business Leaders Forum Roberts Davies dan Ketua Yayasan Keanekaragaman Hayati (Kehati) Prof Dr Emil Salim.
Dalam konferensi itu, mereka akan mendiskusikan hasil-hasil bisnis positif seperti apa yang bisa diperoleh ketika sebuah perusahaan mengadopsi atau melaksanakan strategi tanggung jawab sosial itu dalam menjalankan bisnisnya. Sementara bagi sebuah bangsa, apa saja yang dapat diharapkan dari kontribusi sektor swasta. Hasil-hasil positif itu tentu saja yang berada dalam wilayah peningkatan produktivitas bisnis dan efisiensi serta mendorong investasi dan modal baru.

Beberapa tahun belakangan ini tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) semakin mendapat ruang dalam pembicaraan di kalangan pemilik atau manajemen puncak sebuah perusahaan. Itu karena disadari bahwa berbagai manfaat dapat diraih sebuah korporasi dalam menjalankan tanggung jawab sosial itu.

Munculnya kesadaran baru di kalangan komunitas bisnis akan tanggung jawab sosialnya, terdorong motivasi bahwa pembangunan berkelanjutan hanya dapat dicapai atau dipertahankan manakala tercipta keseimbangan antara aspek-aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup.

Kesejahteraan

Pembangunan berkelanjutan disadari harus dibangun atas dasar kerangka bahwa bisnis akan dapat tumbuh dengan subur di atas masyarakat yang sejahtera. Oleh karena itu, bisnis perlu menyeimbangkan antara aspek ekonomi berupa mencari keuntungan di satu sisi sebagai motif perusahaan dan pembangunan sosial dan perlindungan lingkungan hidup di sisi lain.

Ketegangan yang sering terjadi antara sebuah perusahaan dan komunitas atau masyarakat di sekitar perusahaan berlokasi umumnya muncul lantaran terabaikannya komitmen dan pelaksanaan tanggung jawab sosial tersebut.

Tanggung jawab sosial tentu lebih jauh dan lebih luas cakupannya ketimbang sekadar upaya kedermawanan (corporate philanthropy) yang sering kali bersifat sesaat. Sementara tanggung jawab sosial lebih bersifat jangka panjang dan dilaksanakan secara terus-menerus

Sumber: www.kompas-cetak.com