| Membongkar Tiga Kebohongan Kapas Transgenik |
|
|
|
|
Sebuah penelitian RFSTE di sembilan ladang percobaan menunjukkan bahwa produksi kapas Monsanto ternyata kurang baik dibandingkan dengan varietas lokal yang ditanam di ladang-ladang di dekatnya. Penelitian Departement Pertanian Amerika Serikat (USDA) juga menunjukkan bahwa 12 dari 18 kapas Bt yang diamati tidak meningkatkan hasil yang signifikan. Kedua, kapas Bt mampu menghasilkan pestisida sendiri, sehingga akan mengurangi pemakaian pestisida. Temuan di lapangan justru mengungkapkan hal yang sebaliknya. Para petani di lading percobaan ternyata justru menggunakan pestisida tiga hingga 15 kali dibandingkan jika mereka menggunakan benih jagung biasa. Ketiga, Monsanto telah memperhitungkan dampak ekologis dari bibit transgenik. Sebuah penelitian justru menyebutkan bahwa tanaman transgenik ternyata tidak diisolasi dari ladang terdekat. Akibatnya bisa mengancam budidaya di lingkungannya. Selain itu juga terungkap bahwa efek negatif dari kapas Bt ternyata tidak pernah diteliti. Uraian di atas semestinya menjadikan kita untuk kebih waspada terhadap produk-produk transgenik. Terlebih, sekali terjadi polusi genetik, maka tidak ada yang mampu untuk menarik polutan itu kembali.(Firdaus Cahyadi) |



Di India pada 28 November 1998, ladang percobaan penanaman kapas transgenik atau lebih sering disebut kapas Bt dibakar massa. Para petani kecil marah terhadap percobaan tersebut. Kemarahan para petani tersebut bukan tanpa sebab. Pasalnya, Monsanto, perusahaan yang mensponsori uji coba tersebut, telah melakukan serangkaian kebohongan publik. Pertama, Monsanto mengatakan bahwa kapas Bt akan memberikan hasil panen yang terbaik dibandingkan varietas apa pun lainnya. Namun kemudian, Research Fondation for Science, Technology and Ecology (RFSTE) membuktikan bahwa yang diungkapkan Monsanto tersebut hanya sebuah kebohongan.